Keyakinan HAti dalam perjalan CINta hakiki

Hari terus berganti, seperti biasa rejal selalu semangat dan menampakan senyumnya kepada orang di sekiitarnya, sebab dia sangat ingin sekali menjadi orang yang mempunyai manfaat dan memberikan kebahagiaan bagi semua.

walau rasa kecewa yang tengah melanda rejal masih membekas di dalam diri,namun dia tidak pernah menampakannya kepada siapapun termasuk kepada Nisa, setiap kali rejal bertemu dan berkumpul dengan temannya rejal selalu tampak riang, sehingga tiba suatu saat dimana Rejal tak sengaja bertemu dengan nisa saat dia hendak pulang, dan Rejalpun menegurnya dengan sapaan sopanya, sehingga Nisapun bingung, kenapa rejal masih menegurnya dan tidak marah atau kecewa kepadanya, akhirnya Nisa pun membalas teguran rejal dengan mengucapkan salam juga. di karenakan penasaran Nisapun bertanya kepada Rejal, ” Maaf rejal boleh saya bertanya kepada kamu akan suatu hal yang membingungkanku.? ” dan Rejalpun menjawab, : ” Ya tentu silahkan , apabila saya mampu untuk menjawabnya maka saya pasti akan menjawabnya..^_^ “. rejalpun membalas dengan senyumannya…

Nisa,” begini, apakah kamu tidak marah ataupun kecewa kepadaku, dan knapa engkau masih baik kepadaku padahal aku jelas-jelas telah menolakmu serta mengacuhkanmu.?” dan dengan seketika rejalpun tersenyum dan menjawa ,” oh itu, tentu aku tidak akan marah, sebab aku mepunyai keyakinan bahwa ALLAH akan memberikan yang terbaik untukku dan tak akan tertukar atas pemberiannya kepada umatnya, di samping itu, aku hendak ingin meniru kisah cintanya Ali Bin Abi Thalib yang mencintai siti Aisya putri Nabi Saw, dia pasrahkan cintanya kepada Aisyah itu kepada ALLAH Swt dan biarkan ALLAH lah yang memberikan jalan untukku mendapatkan pujaan hatinya, maka akupun hendak demikian,aku  pasrahkan semua cintaku kepada padamu kepada ALLAH tuhanku, biarkan ALLAH lah yang mengatur jalan untukku menenukan pendamping ku, apabila pendampingku itu adalah engkau, maka akan ada cara untuk aku bisa meminang engkau kelak. dan sekarang cukuplah untukku melihat kamu bahagia,karena dengan itu juga sudah cukup membuatku bahagia.”.

setelah mendengarkan penjelasan rejal, Nisapun menundukan kepalanya dan berpamitan untuk pergi. setelah kejadian itu, rejal selalu berdo’a kepada ALLAH, agar di berikan petunjuk dalam menjalani semua keinginannya dan supaya citanya terhadap nisa tak melebihi cinta terhadap ALLAH Swt.

karena setelah kejadian itu dalam hati rejal telah dipenuhi kecintaan terhadap ALLAH semata, dan ia hanya menyisihkan sedikit ruang untuk kecintaannya terhadap siapa pendampingnya kelak.agar tidak ada lagi kesedihan yang hinggap dalam hatinya serta di segerakan untuk rejal menemukan cinta yang hakiki nya…

 

netx time lanjut lagi ya..dalam judul yang sama…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s